Jantung Koroner Kenali Ciri-Ciri Dan Resikonya

Jantung Koroner adalah merupakan penyakit banyak diderita oleh orang, baik orang muda maupun orang yang sudah tua. Jantung koroner menjadi penyakit yang paling menakutkan karena menyerang secara tiba-tiba. Oleh karena itu sebaiknya kita mengenali ciri-ciri dan resiko dari penyakit jantung koroner. 

Sekarang ini ada banyak orang yang kurang sadar akan pentingnya kesehatan tubuh, di mana orang masih memiliki anggapan jika mereka akan pergi ke dokter jika sudah ada keluh kesah atau tanda-tanda satu penyakit. 


Lantas bagaimana bila penyakit itu tidak lebih dulu memberi tanda-tanda atau pertanda satu penyakit dan kerap kali mengakibatkan wafat secara tiba-tiba, misalnya penyakit jantung koroner. Nach, karena itu sebaiknya mulai amati apa Anda memiliki resiko terkena jantung koroner atau mungkin Anda tidak dengan mengenali factor risikonya. Apa itu?


Ciri-ciri dan factor resiko jantung koroner

Berita sehat alami kali ini mencoba menyajikan ciri-ciri dan factor resiko penyakit jantung koroner yang perlu Anda ketahui. 

Memiliki riwayat penyakit jantung koroner

Bila seorang yang sempat alami infark miokard, bedah pintas koroner, ada penempatan stent atau terkait dengan pembuluh darah yang lain,  maka Anda tentunya mempunyai resiko tinggi untuk terserang penyakit jantung koroner. Maka berhati-hatilah dan selalu perhatikan tanda-tanda yang kemungkinan diakibatkannya.

Pertambahan umur

Factor seterusnya yaitu umur, dengan pertambahan umur seorang tentunya akan makin tingkatkan resiko penyakit jantung koroner, dalam masalah ini baik pada pria atau wanita. Di mana pembuluh darah akan turut jadi tua bersamaan dengan pertambahan umur seorang.

Riwayat penyakit keluarga

Siaga jika dalam riwayat keluarga Anda ada yang menderita jantung koroner. Karena Anda akan beresiko alami penyakit jantung dan pembuluh darah.

Factor jenis kelamin

Dalam masalah ini umumnya wanita mempunyai resiko penyakit jantung koroner lebih rendah dibanding pria. Namun secara umum risiko diabetes melitus dan kegemukan resikonya masih tetap tinggi. Umumnya jantung koroner jarang ada pada wanita saat sebelum masuk periode menopause, terkecuali jika ada faktor-faktor resiko yang lain.

Baca jugaDaun Salam Manfaat Dan Perannya Untuk Kesehatan

Kandungan lemak yang tinggi (Hiperlipidemia)

Penting untuk dipahami jika yang terhitung lemak badan yaitu cholesterol dan trigliserida. Maka bila kandungan lemak pada darah bertambah, karena itu bisa terjadi penimbunan lemak di arteri yang bisa memacu berlangsungnya aterosklerosis atau persempitan dan perkerasan arteri.

Diabetes atau kandungan gula yang tinggi

Dengan kandungan gula yang tinggi maka percepat berlangsungnya perubahan aterosklerosis atau persempitan dan perkerasan arteri. Hingga bisa makin tingkatkan resiko penyakit serangan jantung. Karena itu untuk mengatasi diabetes yaitu dengan lakukan diet dan mengganti pola hidup.

Memiliki kebiasaan merokok

Salah satunya kebiasaan merokok sebagai factor resiko yang banyak diketemukan pada warga terutamanya di Indonesia. Oleh karena itu untuk menahan berlangsungnya risiko penyakit jantung koroner selekasnya stop rutinitas merokok sejak saat ini.

Sindrom Metabolik

Bila seorang alami kegemukan yaitu adanyan penimbunan lemak di wilayah perut, ada kandungan lemak darah yang abnormal yaitu kandungan trigliserida tinggi atau kandungan HDL rendah, timbulnya tekanan darah tinggi dan kandungan gula darah di saat yang serupa atau yang mana umumnya dikenali dengan sindrom metabolik. Nach, karena itu bila seorang dengan sindrom metabolik maka beresiko tinggi alami diabetes atau penyakit serangan jantung, Oleh karena itu seorang yang alami permasalahan ini benar-benar memerlukan perhatian serius.

Itulah ciri-ciri dan factor resiko yang bisa membuat Anda memiliki penyakit jantung koroner, untuk dapat mencegahny sebaiknya mulai selalu untuk jaga pola makan dan gaya hidup yang sehat. Semoga informasi ini bermanfaat.


Subscribe to receive free email updates: